ITALIAN FOOD
Sejarah
Awal
mula kuliner Italia berasal dari pengaruh kuliner Yunani Kuno,
Timur Tengah
dan Romawi.
Bangsa Romawi
yang selalu menikmati makanan lezat dan berkualitas banyak mengadopsi
masakan-masakan dari negara jajahannya, contohnya penggunaan rempah-rempah
dan saus
asam manis dalam masakan daging hewan buruan berasal dari Timur Tengah.
Selama berabad-abad, kuliner Italia telah mencapai tahap penyempurnaan. Pada
tahun 1533, ketika Catherine de Medicci menikahi bangsawan
Perancis
bakal Raja Henry II, ia mempekerjakan ahli masak Italia di
istana Perancis dan memperkenalkan resep pembuatan kue-kue, bahan krim, cara-cara memasak daging,
dan berbagai jenis sayuran seperti artichoke, brokoli,
dan polong.
Pengaruh Italia ini menandai dimulainya Haute cuisine ("masakan
haute") di Perancis.
Aktivitas makan
Antipasto, makanan pembuka.
Sarapan
pagi hari warga Italia disajikan dengan sederhana, yakni kopi susu panas dengan roti yang dioles selai atau cukup secangkir
kopi saja.
Makan siang
merupakan waktu makan yang utama biasanya dimulai dengan antipasto
("appetizer") atau makanan pembuka yang bisa berupa ikan tuna,
jamur
yang diasinkan, pimiento, zaitun hitam, prosciutto, lobak dan ikan teri.
Makanan utamanya bisa berupa ikan atau daging seperti ikan kod, daging sapi muda panggang, daging babi
asin, atau daging panggang yang disertai sayuran
dan salad.
Pada saat makan malam bisa disajikan kue-kue manis atau keju dengan buah-buahan
dan minuman caffè
espresso. Setelah makan malam orang Italia biasanya juga menikmati
aktivitas makan larut malam, namun dengan menu yang ringan seperti sup, kombinasi nasi dan sayur-sayuran,
omelet
atau daging dingin. Sajian sampingan lain bisa berupa keju dan buah-buahan.
Masakan daerah
Masakan
Italia sangat bervariasi berdasarkan daerahnya di mana setiap kota dan desa
mempunyai teknik memasak serta resep yang berbeda-beda.[2]
Negara
Italia selama beratus-ratus tahun terdiri dari negeri-negeri kecil yang berdiri
sendiri sehingga mereka hanya menikmati masakan khas daerah mereka
masing-masing.[3]
Pada tahun 1861, saat Italia disatukan, setiap daerah mulai mengenal masakan
khas dari daerah lain, namun ciri khasnya masih tetap dipertahankan.[4]
Sampai sekarang pun, orang Italia mengikuti prinsip sederhana dalam memasak,
yakni hanya menggunakan bahan segar dan tersedia pada musimnya.[3]
Mereka juga tidak mengimpor banyak produk namun hanya mempergunakan bahan
lokal.[3]
Italia Utara
Ciri
khas masakan dari Italia Utara dari daerah lainnya adalah banyaknya penggunaan
mentega dibanding minyak zaitun.[5]
Di sini pun pasta lebih jarang dimakan karena warga kawasan ini lebih banyak
mengonsumsi polenta. risotto, dan berbagai sup hangat yang biasa dimasak pada
musim dingin.[5]
Dari
daerah peternakan terutama di Emilia Romagna dan Liguria dihasilkan berbagai
produk daging seperti daging sapi, sapi muda, babi dan domba.[5]
Sementara ikan, belut, itik dan burung-burung liar banyak didapat dari Sungai
Po.[5]
Pesisir Veneto menghasilkan banyak kerang dan kepa.[5]
Masakan
yang populer di kawasan Italia utara, antara lain:
- Bagna cauda, masakan dengan saus bawang putih dari Piedmont.
- Risotto, nasi berbumbu saffron dari Milan.
- Fegatto alla Veneziana, masakan hati dengan bawang dari Venezia.
- Pesto, jenis saus dari kombinasi basil, minyak zaitun, dan kacang cemara. Biasa disajikan dengan pasta. Saus ini berasal dari Genoa.
- Tortellini, jenis pasta, biasanya disantap dengan keju, berasal dari Bologna.
- Fagioli all’uccelletto, kacang polong dengan sage dan tomat dari Tuscany.
Italia Tengah
Di
Italia bagian tengah, cuaca lebih hangat dibanding di utara.[6]
Kawasan ini kaya akan hasil peternakan dan pertanian seperti daging unggas,
sapi, babi, domba, tomat, kale daun hitam, kastanye, saffron dan farro.[6]
Farro adalah jenis serealia yang telah dibudidayakan sejak zaman Romawi.[6]
Masakan
yang populer di kawasan Italia tengah antara lain:
- Abacchio al forno, daging domba panggang dengan rosemary dari Roma.
- Sfogliatelle, jenis kue khas Napoli.
Sfogliatelle
Bruschette
Italia Selatan
Sejarah
masakan Italia Selatan pada masa lalu dikategorikan menjadi masakan khas bangsawan
yang mewah dan rakyat jelata yang dibuat dari bahan sayur-mayur, roti dan pasta.[7]
Jenis-jenis bahan makanan utama yang digunakan oleh warga Italia Selatan antara
lain pasta kering, sup sayuran, ikan dan daging domba.[7]
Sayur-sayuran yang disukai antara lain tomat dan terong
pada musim panas,
rappini atau brokoli
raab (sejenis brokoli) dan kubis bunga di musim dingin.[7]
Keju-keju
yang diproduksi di sini kebanyakan bertekstur keras seperti caciocavallo
dan provolone,
kecuali mozzarella.[7]
Masakan
yang populer di Italia selatan antara lain:
- Tiella, rebusan sayur-sayuran dan makaroni dari Calabria.
- Maccheroni con le sarde, makaroni dengan saus ikan sarden dari Sisilia.
- Buridda, sup ikan dari Sardinia.
- Tiella.jpg
Tiella
Kepulauan
Sejarah
dua pulau besar, Sardinia dan Sisilia, yang berbeda dengan daratan utama ikut mempengaruhi
tradisi kuliner mereka.[8]
Kedua pulau
ini mendapat pengaruh dari bangsa-bangsa yang pernah mendudukinya sebelum
bersatu dengan Italia. Masakan Sisilia dipengaruhi oleh Yunani,
Kartaginia, Romawi, Bizanine, Arab, Norman, dan Spanyol.[8]
Sementara kuliner Sardinia mendapat pengaruh Phoenicia, Karthaginia, Romawi,
Bizantine, Spanyol
dan Austria.
Masakan
yang populer di Kepulauan Italia antara lain
Frittata khas Sisilia.
Masakan makaroni khas Sardinia.
Bahan-bahan
Minyak zaitun Italia
Umumnya
rasa utama masakan Italia ditentukan oleh jenis lemak yang digunakan untuk
memasaknya, seperti mentega dan minyak zaitun.[2]
Di wilayah Italia utara yang beriklim sedang, bahan-bahan masakan berasal dari
lahan-lahan pertanian
subur dan peternakan
contohnya adalah mentega
karena di sana pohon zaitun tidak bisa tumbuh.[2]
Di Italia selatan, iklim
lebih hangat dan pohon zaitun tumbuh subur yang menjadikan minyak zaitun lebih banyak
digunakan di kawasan ini. Di Roma dan lebih jauh ke selatan, seperti di regione Campania,
Basilicata,
Abruzzo,
dan Calabria.
minyak babi
juga digunakan.[2]
Ciri
khas masakan Italia adalah sederhana dan hemat. Sedikit bahan sudah bisa
membuat masakan yang bervariasi. Makanan pokok
adalah nasi,
roti dan pasta yang biasa
dihidangkan dengan lauk pauk sederhana. Daging
jarang dipanggang dengan porsi besar malahan dimasak dalam potongan kecil dan
tipis yang dinamakan scallopine, khususnya daging
sapi muda.
Masakan rumahan yang umum dijumpai antara lain fritata (omelet
telur
isi sayur-sayuran),
pizza
(adonan yang dipanggang bersama daging, sayuran, keju dan herba), dan pasta. Di Italia selatan makaroni atau spaghetti
umumnya disajikan dengan minyak zaitun, bawang putih
dan ikan
sementara di utara keju
lebih banyak digunakan.
Kuliner
Italia dikenal menghargai cita rasa yang alami dan harmoni masakan sehingga
hanya menggunakan bahan yang paling segar yang bebas dari bahan pengawet dan
tanpa pembekuan di lemari es. Hasilnya, bahan-bahan makanan di pasar umumnya dijual satu
kali bahkan dua kali sehari terutama untuk produk roti, sayur-sayuran,
dan buah-buahan.
Dalam
penyajian suatu masakan, bahan-bahan ditimbang dengan cermat untuk menghindari
pemborosan. Tahap awal persiapan contohnya dalam membuat saus atau lauk memang
membutuhkan waktu cukup lama, namun setelah itu mereka mulai memasak
dengan lebih cepat. Keuntungan memasak orang Italia yang cepat, walaupun dengan
teknik merebus, mendidihkan, menggoreng, atau memanggang, dapat mempertahankan
rasa, tekstur dan warna
bahan makanan. Walau begitu, ada juga sedikit jenis masakan yang harus dimasak
dengan perlahan seperti minestrone, sup rebusan dengan isi sayur-sayuran,
kacang putih,
dan daging babi
asap.
Orang
Italia sangat memperhatikan kualitas tekstur dan warna bahan makanan. Sebisa
mungkin bahan-bahan sayuran, daging dan pasta yang dimasak seperti artichoke, brokoli,
zukini,
tomat,
prosciutto (ham
yang diiris tipis) tetap memiliki tekstur dan warna aslinya setelah dimasak.
Roti, pasta, dan nasi
Fusilli, salah satu jenis pasta.
Orang
Italia menggemari roti
sebagai makanan pokok sehari-hari. Roti Italia dibuat
oleh tukang roti profesional karena warga pada umumnya tidak bisa menggunakan kayu bakar atau batu bara
jika membuat roti di rumah.
Pasta
juga merupakan salah satu makanan pokok lainnya. Jenis dan bentuknya ada
bermacam-macam di tiap-tiap daerah, misalnya spaghetti
yang merupakan jenis pasta yang paling umum.
Pasta
di Italia utara umumnya dibuat dengan tangan, jenisnya antara lain fettucini, tagliatelle
(mie telur tipis), dan ravioli, adonan yang dipotong kecil-kecil yang
mengandung sayur bayam,
keju dan daging
cincang. Di wilayah selatan, pasta dibuat dari pabrik
tanpa menggunakan telur,
sehingga dapat disimpan dalam waktu lama dalam iklim yang panas.
Bentuknya lebih tebal dan teksturnya keras dibanding pasta dari utara.
Jenis-jenisnya antara lain lasagna (mie lebar dan tipis), rigatoni (mie berbentuk pipa
dengan macam-macam ukuran), fusili (mie keriting), dan canelloni (mie berbentuk
pipa besar untuk isian). Pasta disajikan terpisah dan tidak dianggap sebagai
lauk pauk. Hidangan pasta dari selatan disajikan dengan saus tomat
sementara di utara pasta seringkali hanya diberi mentega
dan keju
parmesan (Parmigiano-Reggiano). Orang Italia tidak
memasak pasta terlalu matang dengan prinsip "al dente", "lembut
dalam gigitan". Prinsip al dente juga digunakan dalam memasak nasi, terutama di utara di
mana lebih banyak dikonsumsi warganya. Nasi disantap bersama bermacam-macam makanan laut,
daging,
saus sayuran,
bersama mentega
dan keju.
Daging dan ikan
Prosciutto
Orang Italia
paling menyukai daging
sapi muda.
Daging tersebut biasanya dipotong menjadi sayatan kecil dan tipis yang
dinamakan scallopine, yang kemudian digongseng dengan mentega
dan disantap dengan saus
anggur,
tomat
atau lemon.
Daging sapi
kurang umum dikonsumsi dikarenakan di Italia makanan ternak
untuk menggemukan hewan ternak sampai dewasa terbatas. Ini berpengaruh pada
pilihan konsumsi daging orang Italia. Daging sapi lebih dimakan dalam bentuk
potongan kecil daripada dipanggang dalam porsi besar atau dalam bentuk steak. Daging babi
tidak hanya disajikan dengan dipanggang atau dicincang namun juga diproses
menjadi ham
dan berbagai jenis salami.
Daging
domba,
ayam, bebek, angsa, dan kalkun
lebih jarang dimakan dan harganya lebih mahal.
Makanan
dan produk laut
berlimpah di sepanjang pesisir Italia antara lain berbagai jenis ikan, belut, gurita,
cumi-cumi,
kerang,
dan kepa. Variasi masakan dari produk laut antara lain zuppa pescare (sup ikan), pesce fritto (ikan
kering), dan baccalá in umido (ikan kod kering dengan tomat).
Keju, sayuran dan buah-buahan
Keju Italia
Orang
Italia gemar mengonsumsi keju sebagai ganti daging.
Variasi keju Italia
sangat beragam, mulai dari keju krim ricotta,
bel paese yang setengah lembut dan berasa tawar, gorgonzola yang bercorak
hijau, sampai Parmigiano-Reggiano yang teksturnya keras.
Sayuran
juga merupakan bahan makanan penting dan sering dijadikan sebagai lauk utama.
Sementara, buah-buahan dijadikan sebagai makanan
penutup. Daerah selatan yang beriklim hangat memungkinkan
sayur-mayur tumbuh lebih lama dibanding di utara. Jenis yang banyak diproduksi
terutama adalah tomat, yang memberi warna bagi sebagian besar saus masakan
mereka. Jenis sayur lain yang banyak ditanam antara lain terong dan brokoli. Di
daerah utara sayur-mayur yang banyak ditanam antara lain artichoke, zukini,
kembang kol, kale daun hitam, cardoon, dan radicchio.[2]
Kue-kue dan es krim
Kue-kue
Italia banyak yang dijadikan sebagai pencuci mulut, contohnya zuppa inglese,
kue rum yang dilapisi custard dan crostata, kue buah. Jenis-jenis kue
ini dibuat di rumah untuk perayaan-perayaan tertentu. Namun sebagian besar kue
Italia jarang dibuat di rumah. Jenis-jenis yang dijual di toko-toko kue bisa sangat
beragam. Es krim
dan es buah khas Italia dinamakan gelati. Jenis-jenis dessert lain:
- Zabaglione
- Spumoni
- Tortoni
Bumbu
Masakan
Italia sarat akan bumbu
rempah-rempah
dan herba.
Herba penting antara lain peterseli italia berdaun tipis, basil, rosemary,
thyme,
sage, dan marjoram.
Rempah penting antara lain cengkih, kayu manis, pala dan saffron.
Penggunaan bawang putih membuat sebagian besar masakan
Italia berbau tajam. Perasan lemon dan kulit buah digunakan untuk menambah rasa pada
masakan daging dan sayuran.
Minuman
Anggur Chianti dari Tuscany.
Minuman
adalah pelengkap penting dalam kegiatan makan orang Italia.[3]
Mereka paling gemar dengan minuman anggur dan kopi.[3]
Kegiatan minum setelah makan dinamakan digestivi, dengan minuman beralkohol
seperti grappa (yang terbuat dari kulit anggur), amaretto, sambuca dan
limoncello.[3]
Di
seluruh negeri, sajian masakan Italia selalu dilengkapi dengan minuman
anggur. Anggur
Italia yang paling terkenal adalah Chianti,
jenis anggur merah vintage asal Tuscany, serta yang lainnya berasal dari berbagai daerah antara
lain anggur putih sparkling Asti Spumanti dari Piedmont,
Soave dari Verona,
Lacrima Christi dari Napoli, serta berbagai vermouth.
Minuman khas lainnya adalah Strega dan kopi Italia. Kopi Italia merupakan
favorit warga dengan ciri khas aroma yang tajam dan disangrai hitam. Kopi
dematasse atau kopi espresso) biasa dinikmati dengan gula. Kopi dan teh selalu
diminum terakhir, tidak bersama hidangan makanan. Minuman ringan lainnya adalah
sirup
buah, soda, dan kola.










Komentar
Posting Komentar